Sistem Operasi Yang Paling Banyak Dipakai
Jika kita melihat hasil review mengenai sistem operasi yang paling banyak digunakan, maka akan menampilkan Windows merupakan sebuah Sistem Operasi yang paling banyak digunakan. Hal ini bisa terjadi karena banyak orang yang menjawab hasil pooling hanya mengenal beberapa merek Sistem Operasi saja, seperti misalnya Windows, Linux, Unix, Mac OS.
Namun, jika ditanyakan pada masyarakat umum apakah mereka pernah menggenal Sistem Operasi TRON? Bisa dipastikan mereka akan menjawab tidak pernah mendengar Sistem Operasi tersebut. Namun, TRON merupakan Sistem Operasi yang paling banyak digunakan didunia. TRON merupakan Sistem Operasi yang terbanyak digunakan diberbagai mesin fax, telp, digital kamera, CD player, peralatan cordless, dll. Jenis produk ini merupakan peralatan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat umum dibandingkan dengan Personal Computer (PC) yang berbasis Windows, Unix, Linux atau Mac OS.
TRON merupakan kepanjangan dari “The Real-time Operating system Nucleus“, dan proyek tersebut dimulai oleh Prof. Dr. Ken Sakamura dari University of Tokyo pada tahun 1984. Pada saat ini TRON terbagi menjadi beberapa produk yaitu:
- ITRON kernel yang dibuat khusus untuk peralatan rumah tanggal, peralatan kantor, dan peralatan industri
- BTRON kernel yang dibuat untuk Personal Computer (PC), Workstation, PDA
- CTRON kernel yang dibuat untuk Mainframe, Digital Switching Equipment
- Macro TRON (MTRON) yaitu architecture yang digunakan untuk menggabungkan ITRON, BTRON, dan CTRON.
Oleh karena itu Sistem Operasi ini sangat menarik untuk dikenal karena peralatan-peralatan yang ada disekitar kita banyak menggunakan Sistem Operasi tersebut.
sumber: herman.gubukopensource.org
Add comment October 10, 2008
18 Features Yang Seharusnya Dimiliki Windows
Sistem Operasi Windows, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, terbukti telah berhasil menjadi sebuah sistem operasi yang paling dominan di dunia saat ini. Kemampuan Graphical User Interface (GUI) Windows dari waktu ke waktu telah menjadi ‘tradisi’ desktop standart Sistem Operasi di dunia.
Namun jika kita mau mencoba dan melihat seksama Sistem Operasi yang lain, seperti Linux dan Mac, maka kita akan menyadari, bahwa di luar feature standart Windows sebenarnya juga masih banyak feature menarik lain yang disajikan Sistem Operasi lain, yang juga akan sangat berguna dalam proses komputasi kita sehari-hari. Feature-feature menarik tersebut dimiliki tidak hanya oleh Linux, tapi juga Mac dari Apple. Menurut PCWorld, total ada 18 buah feature dari Sistem Operasi ‘tetangga’ ini yang seharusnya juga dimiliki Windows untuk menunjang kelengkapannya.
Adapun 18 feature dari OS lain yang menurut PCWorld sangat bermanfaat dan akan menjadikan Windows lebih lengkap adalah :
- Expose – dari Mac OS
- Virtual Workspaces – dari Linux, PC-BSD, Mac
- Back to My Mac – dari Mac OS
- Screen Sharing – dari Mac
- Time Machine – dari Mac
- ISO Burning – dari Linux, PC-BSD, Mac
- Stickies – dari Linux, Mac
- Podcast Capture – dari Mac
- Software Repositories – dari Linux, PC-BSD
- Desktop Cube – Linux, PC-BSD
- Application Dock – dari Mac
- Automated Screen Shots – dari Mac
- Multitouch Trackpad Gestures – dari Mac
- Cover Flow – dari Mac
- Pre-Installed Web Server –dari Mac, Linux, PC-BSD
- POSIX Compliance – dari BeOS, Mac, Linux, PC-BSD
- Standardized Menu Ribbon – dari Mac
- Single-File Applications – dari Mac
sumber: beritanet.com
Add comment September 26, 2008
Integrasi Sistem Operasi LINUX dan WINDOWS
Perkembangan teknologi informasi, dewasa ini terjadi sangat pesat, baik ditinjau dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak. Dengan demikian, mau tidak mau pustakawan harus siap menerima perubahan dari sisi manapun. Telah lama kita sebagai pemakai teknologi informasi bergantung pada suatu produk perangkat lunak khususnya Microsoft karena keterpaksaan, dan rata-rata kita masih menggunakan secara illegal. Dengan hadirnya sistem operasi “open source”, yang dikenal dengan nama Linux, penulis ingin berbagi pengalaman yang hasilnya dapat menjadi metode pembelajaran integrasi sistem operasi Linux dan Windows. Tetapi bukan suatu keharusan, bisa saja kita pilih untuk menggunakan kedua-duanya, misal sistem operasi Microsoft kita beli dengan “license”, dan program lainnya kita gunakan “Linux” yang bersifat “free” atau sebaliknya. Motif ini timbul akibat dari beberapa faktor : pertama, banyak virus komputer yang mudah masuk ke dalam sistem operasi Windows. Kedua, maraknya operasi penggunaan perangkat lunak bajakan. Yang ketiga, hadirnya sistem operasi baru yang bersifat “Open Source” dan “free” meskipun tidak seluruhnya. Dan yang terakhir Linux dikenal sebagai sistem operasi untuk server yang cukup handal, sehingga pustakawan wajib untuk mendalaminya. Dari beberapa pengalaman berbentuk tulisan ini, diharapkan akan muncul tulisan baru dari pustakawan lain, yang tentunya dapat bermanfaat bagi pustakawan (pengguna baru Linux yang dikenal sebagai Newbie). Metode pembelajaran pertama, kita dapat menginstal perangkat lunak sejenis Microsoft Office dengan produk lain yang lebih dikenal OpenOffice.org (Linux) ke dalam Windows. Metode kedua, instalasi sistem operasi menjadi “dual boot” yang lebih dikenal dengan istilah partisi, sehingga Microsoft dapat tetap digunakan bersama Linux yang diinstal pada partisi berbeda. Yang ketiga, menggunakan bantuan “virtual machine” yang disebut “VMWare”, dimana Linux secara virtual dapat diinstal ke dalam Windows tanpa merusak sistem yang sebelumnya ada. Sedang metode keempat, “Cross Over Office Professional” dapat digunakan sebagai media install platform Windows, misal Adobe Photoshop Professional dapat diinstal ke dalam Linux. Dan yang terakhir, dapat menggunakan salah satu distro Linux yang diinstal ke dalam komputer secara langsung. Dari berbagai distro Linux yang dicoba, hampir seluruhnya dapat mengenali komponen yang terpasang di mainboard, seperti : VGA card; Sound card; LAN card dan Modem internal (jika ada). Hambatan ada namun kurang berarti, ada beberapa printer terutama Canon PIXMA iP1000 ke atas masih harus mencari driver yang berjalan di Linux. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba dengan sistem operasi “open source”, yang “free” baik di rumah ataupun di perpustakaan.
PENDAHULUAN
Di Indonesia, komputer sudah dikenal sejak tahun 80an, dimana ketika itu sistem operasinya masih belum terlihat dominannya. Namun sekitar 25 tahunan kemudian ternyata pemakai PC mayoritas didominasi dengan basis OS Microsoft Windows, terlepas dari penggunaan yang legal dan tidak legal. Di dunia Perpustakaan, efektif digunakan sebagai pangkalan data sejak sekitar tahun 1988 an—menggunakan perangkat lunak yang dikenal dengan CDS/ISIS berasal dari UNESCO dengan basis sistem operasi DOS. Selain itu juga digunakan berbagai perangkat lunak pengolah kata seperti Wordstar; Chiwritter; spreadsheet Lotus. Perkembangan begitu cepat, Microsoft Windows hadir mulai dari versi 3 hingga Windows Vista keperpihakan masih didominasi oleh MS Windows. Kita seharusnya sebagai pemakai tidak bisa mengandalkan atau fanatik dengan satu sistem operasi saja ketika kita berhubungan dengan pihak lain. Kita sebagai pustakawan harus mau melihat bagaimana Linux, yang merupakan pendatang yang masih relatif baru, dapat berhubungan dan hidup harmonis dengan Microsoft Windows, sang penguasa sistem operasi saat ini.Dalam kenyataan, windows masih merupakan sistem operasi yang menguasai pasar di desktop, menguasai hampir 90%. Di dunia serverpun MS Windows tetap merajai, walaupun tidak sedominan di desktop. Sementara, Linux yang baru berumur sekitar 10 tahun-an, terhitung baru apabila dibandingkan dengan MS Windows yang sudah berkembang sejak tahun 80-an.Baru sekitar dua bulan ini saya menggunakan Linux. Awalnya juga karena terpaksa. Pada saat sistem Windows saya sering terkena virus. Serta didorong dengan keinginan saya yang besar untuk mengenal Linux. Setelah sekali mencoba jadi ketagihan untuk menggunakan Linux. Bahkan kesulitan-kesulitan yang saya hadapi saya jadikan tantangan yang sangat berharga bagi diri saya. Melalui internet saya coba untuk menelusuri informasi tentang Linux; dari situlah saya dapatkan dua web yang menawarkan berbagai Distro Linux. Ketika itu, saya memperoleh penjelasan dari pihak penjualannya, bahwa Mandriva 2007 dapat berjalan di dua sistem operasi, yang dikenal dengan istilah “dual boot”, artinya kita dapat memilih sistem operasi yang akan kita gunakan Linux atau Windows. Setelah saya memperoleh installer Mandriva 2007 yang terdiri dari 4 CD, dengan rasa percaya diri instalasi segera saya mulai, CD1 saya masukkan ke dalam CD ROM.
PENGALAMAN YANG BERHARGA
Biasanya dalam pemilihan media booting harus melakukan tekan F8, kemudian saya pilih device booting system dengan menggunakan CD. Proses berjalan selang satu jam instalasi selesai. Setelah proses restart komputer, ternyata menghasilkan partisi C dan D Windows termasuk direktori dan file-file hilang terformat oleh Linux dan OS yang terinstal adalah Mandriva 2007. Gembira instalasi Linux Mandriva 2007 sukses, tetapi kecewa kehilangan Windows beserta direktori dan file2nya. Dari pengalaman ini saya makin dibuat penasaran. Saya yakin komputer saya dapat bekerja dengan dua OS pilihan yaitu Windows atau Linux., maka instalasi kedua saya ulangi dengan menginstal Windows kembali. Informasi dari teman-teman, saya dianjurkan membagi partisi C menjadi dua bagian menggunakan software Partision Magic. Padahal penggunaan software inipun saya masih awam, namun dengan semangat yang kuat cara pengoperasian Partision Magic dapat saya lakukan dengan mudah. Partici C Windows saya bagi dua, yang satu tetap digunakan sebagai media OS Windows, dan bagian lain akan saya gunakan sebagai media OS Linux Mandriva 2007. Instalasi kedua saya masih mengalami kegagagalan lagi. Saat itu saya hampir putus asa, bertanya kesana-sini jawaban mereka mengatakan tetap sama bisa berjalan dua OS. Informasi tersebut hanya sebatas bisa menggunakan pastisi yang lain dan kegagalan saya tidak ditunjukkan sebab-sebabnya. Dengan keinginan yang kuat saya ulangi proses instalasi ketiga dengan pembagian partisi C, saat saya gunakan Partision Magic ada beberapa pilihan formatnya NTFS; FAT32; atau Linux. Pembagian partisi C yang kedua saya pilih format Linux. Setelah itu CD install Linux Mandriva 2007 saya masukkan dengan proses pilih media booting CD. Dalam proses instalasi yang ketiga ini saya perhatikan setiap winzard yang ada dengan seksama dan hati-hati. Tahap-tahap proses dari CD1-CD4 berakhir kurang lebih 1 jam. Ketika instalasi Linux berakhir maka komputer mulai restart, dengan perasaan berdebar-debar komputer berhenti sejenak dan muncul pilihan OS : Linux dan Windows. Mulai saat itulah saya menggunakan dua OS baik di komputer rumah maupun di perpustakaan. Operating Systems MS Windows, saya gunakan jika pekerjaan menuntut untuk menggunakannya karena belum didukung oleh OS Linux. Sedangkan Linux saya gunakan untuk pembelajaran dan mengenal lebih dalam agar saya dapat menggunakan secara lebih optimal pada OS ini.
PENGENALAN KOMPONEN PERANGKAT KERAS
Dalam pengenalan komponen yang terpasang dalam perangkat keras, Linux sudah cukup bagus mulai dari—sound; VGA; sampai LAN card, namun untuk printer saya menemui hambatan. Dari distro Linux yang pernah penulis coba dan gunakan rata-rata tersedia driver printer tipe yang lama seperti pada Canon : BJC; HP; Brother; Epson. Jika Canon yang digunakan type iP1000; 1200; 1300; 1500; 1600; dan 1700 sudah pasti kita harus menggunakan driver yang berjalan di Linux. Hambatan pada driver printer membuat saya hampir putus asa kedua. Saya berusaha mencari informasi bagaimana mendapatkan driver printer pada Linux, ada yang memberikan info menggunakan TurboPrint for Linux dimana CD ini berisi informasi tentang driver printer, dengan harga per keping Rp.10.000,- Setelah CD saya dapatkan, dengan percaya diri dan berharap besar CD tersebut saya instal ke dalam Linux saya—apa yang terjadi ternyata driver printer tidak mendukung printer Canon iP 1300 yang saya miliki. Putus asa masih belum berakhir, mendapatkan lagi informasi untuk berselancar lagi melalui web site yang beralamat Openprint.org dari web ini masih belum saya dapatkan driver yang saya cari. Kemudian saya masuk ke dalam mailing list, melalui fasilitas inilah saya menemukan beberapa tanya-jawab orang-orang dari seluruh dunia, diantaranya Canon PIXMA iP 1300 pada Linux ada yang menyarankan menggunakan Canon iP 2200. Dan saya berusaha untuk mendownload driver printer yang saya butuhkan melalui web, setelah saya dapatkan saya coba untuk menginstallnya ke Linux saya. Dalam menginstall driver-driver pada Linux tidak seperti pada MS Windows—diperlukan jam terbang seperti pada pilot pesawat tentunya. Sejak saya berhasil mendapat driver printer yang saya butuhkan, saya mulai sedikit jatuh hati pada Linux—apalagi terdengar maraknya operasi aparat pada software bajakan. Sampai saat ini penulis sudah mengumpulkan beberapa distro Linux baik CD maupun DVD kurang-lebih sekitar 35 an jenis distro, dan telah merogoh kocek hampir sekitar Rp.600-700 ribuan.Aplikasi yang paling sering saya gunakan saat ini adalah OpenOffice. Hal ini tak terlepas dikarenakan aktivitas saat ini lebih banyak berususan dengan pembuatan dokumen; spreadsheet; membuat presentasi dan sedikit data base. Untuk desktop environment saya menggunakan KDE. Untuk atitivitas internet saya lebih suka menggunakan Opera yang sudah tersedia ketika instal Linux. Alasan saya menyukai Opera, karena browser ini dapat digunakan sebagai email client, membuat catatan, dan melakukan download file. Jangan hanya mendengar, kata seorang filosofi namun coba dan terus cobalah. Hal ini seperti kita tahu bahwa Linux sudah banyak digunakan sebagai server otomasi di berbagai perpustakaan–-tidakkah kita ingin sedikit ikut masuk untuk mendalaminya—paling tidak bagaimana menginstal Linux; bagaimana mengatur jaringan; yang jelas banyak manfaat dari pengalaman-pengalaman yang berguna bagi pustakawan lain.Beberapa solusi, migrasi dari sebuah sistem yang satu dengan yang lain perlu pembelajaran dan pengenalan. Bagi pemula (istilah di kalangan Kelompok Pengguna Linux sebagai newbie) sementara dapat tetap menggunakan OS Microsoft Windows; kita dapat menginstal OpenOffice 2.XXX for Windows, yang bisa kita cari dengan menggunakan web browsing google—dan kita dapat mendownload secara gratis. Jika kesulitan saya akan bantu hanya dengan mengganti harga CD. Dari sinilah kita akan membiasakan dan mengenal apa yang disebut dengan perangkat lunak Open Source. Semua kebutuhan yang ada di Microsoft Office sudah tersedia di dalamnya.
sumber: librarycorner.org
Add comment September 26, 2008
Perencanaan Biaya Migrasi Linux
Perencanaan biaya migrasi dari Windows ke Linux perlu dilakukan secara matang, agar tidak menyisakan hidden cost di masa mendatang. Di dunia komputer, satu sistem operasi dapat diibaratkan sebagai dunia tersendiri. Ketika kita menggunakan sistem operasi Windows, maka kita bekerja di dunia Windows. Ketika kita menggunakan Linux, maka kita juga akan bekerja di dunia Linux. Berpindah dari satu sistem operasi ke sistem operasi lain pada dasarnya adalah hal yang tidak sederhana, terutama kalau kita terlalu menggantungkan diri pada sistem operasi tertentu.
Ketika kita ingin pindah dari satu sistem operasi ke sistem operasi lain, baik dengan alasan apapun, persiapan yang matang adalah salah satu kunci sukses migrasi. Persiapan bisa meliputi aspek teknis ataupun non teknis. Aspek teknis diantaranya mencakup analisa kompatibilitas hardware, migrasi data dan lain sebagainya. Persiapan non teknis diantaranya adalah budgeting.
Di tulisan ini, kita akan memfokuskan pada budgeting migrasi dari dunia proprietary ke dunia free/open source software dan isu terkait. Seperti kita ketahui bersama, di dunia proprietary, kita perlu membeli lisensi penggunaan software-software yang kita butuhkan. Umumnya, biaya yang dikeluarkan juga sudah mencakup dukungan sampai level tertentu. Dengan demikian, lebih kurang komponen terbesar dari biaya kepemilikan teknologi adalah pada biaya lisensi.
Sementara, di dunia free/open source, kita memiliki akses ke source code software yang ingin kita gunakan. Kita bebas mempelajari, memodifikasi dan menyebarluaskan source code dan software tersebut, sesuai lisensi yang digunakan. Jadi, kontras dibandingkan dengan dunia proprietary. Kalau kita ingin mengunakan software paket office misalnya, kita tinggal mendownload dan kalau perlu, kita bahkan bisa memodifikasi. Tidak ada biaya lisensi yang harus dibayarkan. Di sini, kita bisa melihat bahwa kita memiliki kebebasan, seperti arti free pada kata free software.
Sayangnya, biaya yang nyaris gratis – Anda mungkin harus mengeluarkan uang untuk membeli media distribusi, atau untuk mendownload – tidak menjadikan proses migrasi ke dunia free/open source software sepenuhnya gratis pula. Dalam biaya akuisisi suatu teknologi, kita perlu memahami bahwa biaya lisensi adalah satu komponen dari sekian banyak komponen.
Anda mungkin harus memperhatikan biaya SDM dan biaya lain (akan dibahas kemudian) yang bisa menjadi besar dalam proses migrasi ke free/open source. Ingatlah bahwa salah merencanakan bisa berarti biaya besar, namun dengan produktifitas yang rendah. Ini tentu tidak diinginkan oleh kita semua.
Agar proses migrasi bisa dilakukan dengan sukses dan seefisien mungkin, kita harus menerapkan strategi yang tepat. Dengan demikian, kita bisa ‘hemat’ menggunakan Linux. Ini penting karena, cukup banyak proses migrasi ke Linux yang malah gagal setelah menghabiskan cukup banyak uang, serta berujung pada antipati terhadap Linux dan free/open source software itu sendiri.
Apa yang ingin penulis coba usulkan di dalam kesempatan ini adalah proses migrasi yang dilakukan setahap demi setahap sebaik mungkin. Untuk memperjelas, kita akan menggunakan beberapa asumsi berikut:
-
Kita memiliki 100 komputer, semuanya terletak pada lokasi yang sama. Terhubung satu sama lain pada jaringan lokal. Sebagian besar terinstall Windows XP dan selebihnya Windows 98. Semua menjalankan paket office Microsoft Office.
-
Pengguna juga bekerja dengan internet, terutama untuk berselancar di web dan berkomunikasi via email.
-
Budgeting dilakukan dalam basis per tahun anggaran.
-
Perencanaan biaya juga mencakup SDM (catatan: biaya SDM bisa sangat bervariasi)
Dengan ilustrasi tersebut, kita bisa menyusun perencanaan biaya seperti contoh pada tabel berikut:
|
No |
Komponen Biaya |
Biaya yang dianggarkan (Rp) |
|
1 |
Sistem operasi Linux Media distribusi adalah CD/DVD Per komputer adalah 50.000 |
5.000.000 |
|
2 |
Paket Office (sudah terdapat dalam media sistem operasi) |
0 |
|
3 |
Internet (sudah terdapat dalam media sistem operasi) |
0 |
|
4 |
Backup data, instalasi dan konfigurasi Linux, restore data 5 hari kerja dengan 4 SDM (1 man/day 500.000) |
10.000.000 |
|
5 |
Pelatihan dasar pengguna 100 peserta (200.000 per peserta) |
20.000.000 |
|
6 |
Dukungan selama 1 tahun 12 bulan dengan 2 SDM (1 man/month 1.500.000) |
36.000.000 |
|
7 |
Konsultan sistem 12 bulan dengan 1 SDM (1 man/month 3.000.000) |
36.000.000 |
|
Total |
107.000.000 |
|
Bisa kita lihat, bahwa biaya migrasi 100 komputer ke free/open source software jauh lebih murah apabila kita menggunakan sistem proprietary, dimana untuk sistem operasi (per lisensi kita asumsikan Rp 1.000.000,-) dan paket office (per lisensi kita asumsikan Rp 3.000.000,-) saja, tidak memperhitungkan SDM, biaya yang harus dikeluarkan sudah mencapai Rp 400.000.000,-
Namun, ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan di sini. Yang pertama, migrasi umumnya dilakukan secara bertahap. Migrasi 100 komputer sekaligus sangatlah beresiko kalau tingkat ketergantungan dengan sistem sebelumnya sangat tinggi. Umumnya, migrasi dilakukan terlebih dahulu pada beberapa komputer (misal: 5 sampai 10 persen) yang cukup representatif. Ini tentunya, sudah melibatkan analisa sistem yang dilakukan oleh konsultan.
Yang kedua adalah kualitas SDM. Semakin matang dan berpengalaman SDM yang melakukan migrasi, maka diharapkan migrasi dapat dilakukan lebih baik. Sebagai contoh, konsultan harus mampu memutuskan distribusi Linux apa yang akan digunakan. Implementator harus bisa menggunakan metode instalasi yang paling efisien (menggunakan media CD/DVD, kloning harddisk, network install dan sebagainya). Bagian support harus mampu mendampingi user dengan baik. Alokasi biaya untuk SDM bisa semakin kecil apabila SDM bisa meningkatkan kemampuannya (sehingga migrasi bisa lebih cepat dan mulus). Selain itu, dengan Linux yang semakin mudah dan umum, diharapkan tidak membutuhkan SDM yang sangat khusus, terutama dalam implementasi.
Yang ketiga, perlu kita perhatikan bahwa sistem operasi adalah komponen yang sangat penting. Apabila memang tidak bisa memigrasikan sistem operasi (misal dari Windows ke Linux karena ada program penting yang hanya berjalan di Windows), maka lakukanlah terlebih dahulu pada program-program yang paling sering digunakan. Sebagai contoh, mengganti microsoft office dengan paket OpenOffice.org. Atau, mengganti Internet Explorer dan Outlook dengan Mozilla Firefox dan Mozilla Thunderbird. Setelah halangan semakin kecil (misal beberapa tahun ke depan, aplikasi yang dibutuhkan sudah berjalan di Linux juga dan user sudah terbiasa dengan paket Office baru), barulah kita migrasikan sistem operasinya.
Yang keempat, asumsi biaya tersebut belum melibatkan porting aplikasi (yang selama ini berjalan di Windows saja menjadi dapat berjalan di beberapa sistem operasi sekaligus atau berbasis web), yang umumnya membutuhkan biaya cukup besar.
Yang terakhir adalah, kita perlu melihat biaya secara jangka panjang. Selain itu, dengan migrasi ke dunia free/open source, kita bekerja dengan proyek yang padat karya. Dan, jangan lupa, semua uang yang kita keluarkan akan berputar di dalam negeri kita sendiri.
Migrasi adalah proses yang tidak sederhana. Mulai sekarang, janganlah terlalu bergantung pada satu sistem tertentu. Ketika membangun program, pastikan berjalan pada berbagai platform. Ketika menggunakan format dokumen, gunakan format standar. Ketika bekerja pada jaringan, gunakan protokol standar.
Selamat merencanakan migrasi Anda.
Oleh : Noprianto, Praktisi Linux dan Kontributor Majalah InfoLinux
sumber: jakarta.wartaegov.com
Add comment September 26, 2008
Mac OS dan Sejarahnya
Mac OS, yang bererti Macintosh Operating System, atau Sistem Pengoperasi Macintosh, adalah sistem pengoperasi komputer Apple untuk komputer Apple Macintosh. Mac OS merupakan sistem pengoperasian pertama yang menggunakan antarmuka pengguna grafik (Graphical User Interface — GUI). Pasukan Macintosh termasuk Bill Atkinson, Jef Raskin dan Andy Hertzfeld.
Terdapat pelbagai pandangan bagaimana Macintosh dibangunkan dan di mana ide asal bermula. Walaupun kaitan antara Macintosh dan projek Alto di Xerox PARC telah luas diperkatakan dalam rekod sejarah, sumbangan awal Sketchpad oleh Ivan Sutherland dan Sistem di Talian (On-Line System) oleh Doug Engelbart tidak kurang pentingnya. Lihat Sejarah GUI, dan Apple v. Microsoft.
Apple sengaja merendahkan kewujudan sistem pengoperasi pada tahun awal kemunculan Macintosh untuk menjadikan Macintosh kelihatan lebih ramah pengguna dan membezakannya daripada sistem lain seperti MS-DOS, yang digambarkan sebagai ajaib (arcane) dan mencabar secara teknikal. Apple mahu Macintosh digambarkan sebagai sistem yang “terus berfungsi” apabila anda menghidupkannya.
Versi
Sistem Operasi Macintosh pada awalnya dikenali sebagai Sistem, seperti “Sistem 6.0.7″ atau “Sistem 7“. Pada awalnya juga dikenali sebagai Kotak Perkakasan “Toolbox”; yang mengandungi himpunan rutin piawaian yang boleh digunakan bagi menggantikan pautan kepada perkakasan komputer itu sendiri.
Pengabstrakan ini yang membenarkan applikasi Mac ditulis untuk satu generasi sistem digunakan pada generasi berikutnya, sebagai contoh: dari Mac Plus kepada Mac II, kepada PowerBook, kepada Power Macintosh. Pada awalnya Apple sengaja mengaburkan kewujudan sistem operasi ini bagi membezakan Mac daripada sistem lain seperti MS-DOS, yang digambarkan sebagai lebih sukar digunakan berbanding Mac. Istilah seperti “sistem” dan “kotak perkakasan (the toolbox)” merupakan cara mudah untuk merujuk kepada perkhidmatan sistem operasi dan Macintosh API seterusnya mengelakkan penggunaan istilah teknikal (technical jargon). Sehingga kemunculan era sistem G3 (yang dikenali sebagai mesin “dunia baru”), sebahagian besar sistem disimpan dalam ROM fizikal pada papan induk, dan juga komponen sistem pada cakera yang menambah, mengesampingkan (override)atau memperbaiki rutin ROM. Tujuannya ialah untuk mengelakkan penggunaan terlalu banyak ruang simpanan dalam cakera liut yang terhad untuk sistem sokongan, kerana komputer Mac yang terawal tidak mempunyai cakera keras. Sebenarnya cuma satu model Mac yang boleh dijalankan (bootable) menggunakan ROM sahaja, iaitu model Mac Klasik 1991.
Sistem 7.5.1 merupakan sistem pertama yang memasukkan logo Mac OS (muka tersenyum (smiley face) biru). Mac OS 7.6 (yang dikeluarkan pada 1996) merupakan sistem pertama yang dinamakan Mac OS kerana wujudnya “klon-klon” Mac, sistem yang hampir serupa daripada syarikat-syarikat lain seperti Power Computing dan Motorola, dan Apple hendak memberitahu dengan jelas bahawa sistem operasiannya merupakan hak milik intelektualnya sendiri.
Sistem Mac OS boleh dibahagikan kepada dua jenis:
Mac OS “Klasik”, sistem yang mula-mula dikeluarkan untuk Mac yang pertama pada tahun 1984 hinggalah Mac OS 9.
Mac OS X (huruf “X” itu disebut sepuluh, iaitu nombor Roman) yang lebih baru. Mac OS X memasukkan unsur-unsur BSD Unix, OpenStep, dan Mac OS 9. Sistem tahap rendah asasnya, Darwin yang berasaskan Unix, merupakan sumber terbuka.
Mac OS Klasik
Mac OS klasik dikenali sebagai satu sistem yang tidak mempunyai sebarang baris perintah (command line); merupakan sistem yang menggunakan antara muka pengguna grafik (IU) sepenuhnya. Dipuji kerana senang untuk digunakan, sistem ini juga dikritik kerana menggunakan kerjasama multitugas (cooperative multitasking), ketiadaan pengurusan ingatan, dan kecenderungan pertelingkahan tambahan/sambungan. “Tambahan” adalah perisian yang ditambah kepada sistem pengoperasi, untuk memberikan fungsi tambahan – seperti rangkaian kerja (networking) – atau sokongan kepada perkakasan tertentu. Sesetengah sambungan tambahan mungkin tidak akan berfungsi dengan betul antara satu sama lain atau mungkin perlu ditambah mengikut urutan tertentu. Menyelesaikan masalah tambahan Mac OS boleh menjadi satu proses cuba jaya yang memakan masa yang panjang.
Mac OS juga memperkenalkan Sistem Fail Hierarki (Hierarchical File System), sebagai satu cara inovatif penyususnan fail. Satu fail pada DOS atau Unix merupakan jujukan bait (byte), yang memerlukan aplikasi mengetahui bahagian bait mana yang mewakili kod dan bahagian mana yang mewakili grafik atau data yang lain, Fail Mac mempunyai dua bahagian yang berlainan. Sebagai tambahan kepada cuaran data, yang merupakan ulangan bait, terdapat juga akar cuaran resource fork yang mengandungi data yang sudah disusun seperti menu, grafik, bunyi, dan segmen kod. Satu fail applikasi mungkin hanya mempunyai sumber yang tidak mengandungi bahagian data. Fail teks mungkin mengandungi teks dalam bahagian data dan maklumat stail pada sumbernya, jadi applikasi yang tidak mengenal maklumat stail tersebut masih boleh membaca teks yang disimpan. Walaupun kaedah ini mempunyai beberapa kelebihan, Mac OS tidak dapat digunakan bersama-sama sistem-sistem pengoperasian lain yang tidak menggunakan sistem Mac OS; contohnya, apabila sesuatu fail disalin daripada Mac kepada DOS atau Unix, akar cuarannya akan dibuang.
Menjelang akhir 1990-an, telah disedari bahawa teknologi era 1980-an ini telah melangkaui hayatnya, dengan kewujudan sistem-sistem pengoperasian multitugas baru yang lebih stabil.
Mac OS X
Rencana utama: Mac OS X
Mac OS X mambawakan pengurusan memori ala-Unix dan pre-emptive multitasking kepada platform Mac. Pengurusan memori yang jauh lebih baik membolehkan lebih banyak perisian berjalan serentak dan hampir menghapuskan kemungkinan sesuatu perisian meruntuhkan perisian lain. Ia juga adalah Mac OS petama memasukkan baris arahan, walaupun tidak dapat dilihat kecuali apabila penggunanya melancarkan perisian “terminal”.
Ramai peminat Mac OS asal menerima OS X, tetapi terdapat beberapa yang mengkritiknya sebagai lebih susah dan kurang mesra pengguna daripada Mac OS asal.
Teknologi Mac OS
QuickDraw: model pengimej imaging model yang pertama memberikan pasaran pukal WYSIWYG
Finder: antaramuka untuk melayari filesystem dan melancarkan applikasi
MultiFinder: versi pertama yang menyokong menjalankan lebih dari satu perisian secara serentak
Chooser: perkakasan untuk mencapai network resources (contoh: mengaktifkan AppleTalk)
ColorSync: teknologi untuk memastikan pemadanan warna yang sesuai
Pengurusan ingatan OS Mac: bagaimana Mac menguruskan RAM dan ingatan maya sebelum bertukar kepada UNIX
Pengemulasian Motorola 68000 oleh PowerPC: bagaimana Mac menangani transisi arkitektural daripada CISC kepada RISC (lihat emulator Mac 68K)
Desk Accessories: perisian kecil “helper” yang boleh dijalankan seiring dengan sebarang perisian lain, sebelum munculnya MultiFinder atau System 7.
PlainTalk: teknologi sintesis pertuturan and pengecaman pertuturan
Mac-Roman : set aksara
Projek Star Trek
Satu aspek sejarah yang menarik mengenai Mac OS Klasik ialah: ianya merupakan satu prototaip rahsia yang tidak diketahui umum yang dimulakan Apple pada tahun 1992 yang diberi nama kod Project Star Trek. Matlamat projek ini ialah untuk mencipta versi Mac OS yang boleh berfungsi pada komputer peribadi serasi-Intel x86. Projek ini tidak bertahan lama, ianya dibatalkan hanya selepas setahun iaitu pada 1993 kerana pertelingkahan politik dalaman. Walaupun begitu, pasukan projek ini berjaya menjadikan perisian seperti Macintosh Finder dan applikasi asas seperti Quicktime berfungsi secara lancar pada PC.
Walaupun perisian Star Trek tidak pernah dilancarkan, emulator pihak-ketiga Macintosh, seperti vMac, Basilisk II, dan Executor, akhirnya menbolehkan kemungkinan menjalankan Mac OS Klasik pada komputer peribadi x86. Emulator-emulator ini terhad mengemulasikan barisan pemproses 68000, dan dengan demikian tidak dapat menjalankan versi Mac OS yang lebih terkini daripada 8.1 yang memerlukan pemprosesor PowerPC. Mutakhir ini, emulator seperti Pear PC telah muncul yang mampu mengemulasikan pemproses PowerPC yang diperlukan oleh versi terkini Mac OS (seperti Mac OS X). Walaubagaimanapun, ianya masih di peringkat awal dan seperti emulator-emulator lain, cenderung untuk berjalan lebih perlahan daripada OS natif.
sumber: berita.net
Add comment September 26, 2008
Sejarah Linux
Siapa yang belum tahu Mandriva Linux? Siapa yang belum tahu Open Suse? Siapa yang belum tahu Red Hat? Bagi orang yang biasa berkecimpung di dunia komputer, khususnya Linux, maka nama-nama itu sudah tidak asing lagi di telinga. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya, Linux memiliki sejarah yang cukup panjang perjalanannya?
UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang mengawali lahirnya Linux ke dunia ini. UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang ada saat ini. Adapun UNIX merupakan salah satu sistem operasi populer selain keluarga raksasa Microsoft (mulai dari DOS, MS 9x sampai Vista), Novell, OS/2, BeOS, MacOS dan lainnya.
Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965 ketika para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T, bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama Multics(sudah pernah dengar belum?). Nah, sistem operasi Multics ini awalnya didesain dengan harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor, dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi Multics ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan sulit sekali dioperasikan.
Beberapa programmer Bell Labs yang terlibat dalam pembuatan dan pengembangan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie, Rudd Canaday, dan Doug Mcllroy, secara tidak resmi tetap meneruskan proyek pengembangan Multics. Dan akhirnya sampailah pada sebuah sistem operasi generasi penerus dari Multics bulan Januari 1970 yang diberi nama UNIX.
Adapun generasi baru Multics ini memiliki lebih banyak keuggulan dibandingkan saudara tuanya. Nama UNIX diberikan oleh Brian Kernighan untuk memberi penegasan bahwa UNIX bukanlah Multics (tidak sama). UNIX akhirnya memiliki keunggulan seperti yang diharapkan pada awal penciptaannya. Yaitu:
1. Multilevel Filesystem
2. Multiuser dan Multiprosesor
3. Desain arsitektur yang independen terhadap suatu hardware
4. Berbagai device dapat dianggap sebagai file khusus
5. Memiliki user interface yang sederhana
6. Cocok untuk lingkungan pemrograman
7. Memiliki utilitas yang dapat saling digabungkan
Setahun setelahnya, UNIX dapat dijalankan pada komputer PDP-11 yang memiliki memory 16 KB dan sebuah disk berukuran 512 KB. Pada waktu itu source codenya UNIX masih ditulis dalam bahasa mesin (assembler). Kemudian pada tahun 1973, source code UNIX ditulis ulang dalam bahasa C yang dibuat oleh Dennis Ritchie.
Tujuan Mr. Ritchie mengubah source code UNIX ke dalam bahasa C tak lain dan tak bukan karena bahasa C didesain multiplatform dan bersifat fleksibel. Dengan dirubahnya source code ke dalam bahasa C, maka UNIX dapat dikembangkan dan dikompilasi ulang ke berbagai jenis komputer. Sejak saat itu dibuatlah berbagai macam varian UNIX yang sengaja didesain untuk jenis komputer tertentu.
Setahun kemudian, karena merasa UNIX sudah cukup matang, maka Thompson dan Ritchie mempublikasikan sebuah paper tentang UNIX. Ternyata UNIX mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari lingkungan perguruan tinggi. Dan UNIX lah yang menjadi sistem operasi favorit di lingkungan perguruan tinggi.
Awalnya, sistem operasi UNIX ini didistribusikan secara gratis di dunia pendidikan, namun setelah banyak digunakan oleh korporasi industri dan bisnis (karena kehandalannya menangani bidang jaringan (networking), UNIX akhirnya diperdagangkan dan dipatenkan). Dalam perkembangan selanjutnya, UNIX dan varian-variannya yang dikomersialkan menjadi suatu sistem operasi yang cukup mahal pada saat itu(namun ada beberapa yang gratis karena dikembangkan dengan semangat openSource), hal ini disebabkan karena kestabilan, mampu mengerjakan program multitasking dan dapat digunakan oleh beberapa user secara bersamaan.
Adapun varian UNIX yang dikomersialkan dan populer karena kehandalannya seperti BSD 4.1 (1980), SunOS, BSD 4.2, SysV(1983), UnixWare dan Solaris 2(1988), dan lainnya. Dan yang dikembangkan dengan semangat openSource atau free diantaranya: FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Mnix, Hurd
Dari tadi ngomongin UNIX mulu, Linuxnya di mana? Oke, oke. Kita mulai…..
Kenal Linus Torvalds kan? Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia pada tanggal 28 Desember 1969. Orang yang disebut sebagai Bapak Linux(LINus UniX) ini, sudah mengenal bahasa pemrograman pada umurnya yang ke 10. Saat itu ia sering mengutak-atik komputer kakeknya, Commodore VIC-20. Karena hobinya dalam dunia komputing, 1988 Linus diterima di Univerity of Helsinki dan pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas terhadap sistem operasi yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation System), OS buatan Microsoft.
Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX. Adapun Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan.
Namun Linus merasa bahwa Minix masih memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23, Linus mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler. Selain itu, Linus juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut lengkap dengan source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias oleh para programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop bersama-sama.
Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada beratus-ratus distro yang tercipta atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan tapi pasti, diantara distro-distro Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan) melebihi kemampuan dari Sistem Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan dengan semakin mudahnya dan semakin lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi alternatif (atau bahkan sistem operasi utama di dunia). InsyaAllah bila tidak ada halangan, saya akan memberikan tips-tips memilih distro Linux.
(sumber: ilmukomputer)
Add comment September 26, 2008
Apa itu Linux?
Di awal tahun 90an, Linux Torvalds – seorang mahasiswa di University of Helsinki, Finlandia – bermaksud membuat kernel Unix untuk komputer personal / PC. Kernel (inti suatu sistem operasi) ini kemudian diberi nama Linux. Pada saat yang bersamaan, Richard Stallman dan rekan-rekannya di Free Software Foundation sedang menulis sekumpulan program bantu untuk Unix yang kemudian dikenal sebagai GNU Project. Kedua pihak ini kemudian bergabung sehingga terbentuklah GNU/Linux yang merupakan suatu sistem operasi lengkap dengan aplikasi dan program bantu didalamnya.
GNU/Linux atau yang oleh kebanyakan penggunanya disebut dengan nama Linux, tersebar cepat beritanya melalui Internet (saat ini merupakan awal kemunculan Internet). Dan kemudian banyak programmer Unix yang bergabung untuk menghasilkan Linux yang lebih baik.
![]()
![]()
Jadi apa yang sekarang kita kenal dengan nama Linux ini adalah kombinasi dari kernel Linus Torvald, berbagai perangkat lunak dari GNU Project, dan juga program-program lainnya yang dikembangkan oleh banyak programmer dari seluruh penjuru dunia.
sumber: pclinux3d
Add comment September 26, 2008
MS-Windows
Windows adalah operating system produk dari Microsoft yang banyak dipakai saat ini. Pada tahun 1992, Microsoft memperkenalkan operating system Windows 3.1 merupakan suatu system operasi yang mengijinkan pemakai untuk menjalankan berbagai program secara serentak serta membagi informasi antara program-program yang ada. Program-program yang ada bisa ditampilkan dalam bentuk “jendela” dan pemakai bisa mengendalikannya secara mudah. Seperti halnya dengan DOS, Windows operating system juga memiliki pelbagai versi, seperti misalnya Windows 3.11, Windows NT dan pada tahun 1995 muncul Windows 95 yang memiliki kemampuan untuk meng-access internet. Yang selanjutnya di sepurnakan dengan keluarnya Windows 98.
Sejak 1980, Microsoft mengembangkan GUI (Graphical User Interface) pada Windows, untuk menjebatani pemakai DOS. Pengembangan bertujuan untuk berkompetisi dengan Machintosh yang telah lebih dulu menawari user friendly.
Pada 1990, versi GUI Microsoft (Microsoft Windows 3.0) mendekati user friendly Machintosh, hanya harus berjalan di atas DOS.
Setelah keluar dari kerjasama IBM dalam pengembangan sistem operasi generasi baru (OS/2) yang mengeksploitasi keampuhan mikroprosesor secara maksimal. Microsoft mengembangkan Microsoft Windows NT dengan user interface serupa Microsoft Windows 3.1 tapi didasrkan konsep yang sangat amat berbeda.
Microsoft Windows NT mengeksploitasi daya/kemampuan mikroprosesor dan menyediakan multitasking penuh pada lingkungan single-user.
Rancangan Pokok
Terdapat 2 rancangan pokok kebutuhan sistem operasi di masyarakat menurut Microsoft, yaitu
- Sistem operasi untuk sistem mainstream (banyak pemakai).
- Sistem operasi untuk sistem leading-edge (memanfaatkan pemroses)
Kemudahan untuk pemakai
- Antarmuka GUI seperti meja kerja
- Plug n play, pemasangan perangkat baru akan secara otomatis dideteksi dan dikonfigurasi oleh sistem.
- Nama file yang panjang
- Built-in Networking, fasilitas jaringan terintegrasi di sistem operasi dengan kemudahan pengkonfigurasian.
- Pengamanan level pemakai pass-through.
- Registry, semua informasi mengenai sistem disatukan sehingga mempermudah pengelolaan sistem.
Antarmuka dengan Sistem
- Kebanyakan dilakukan melalui fasilitas berbasis grafik: menu, icon
- Tersedia taskbar yang mempermudah pindah-pindah aplikasi yang saat itu dijalankan sistem operasi.
- Terdapat jendela untuk mengetikkan baris perintah langsung.
Keluarga Microsoft Windows menyediakan kumpulan system call (API) yang dipanggil program aplikasi seperti memanggil fungsi/subrutin. Keluarga Microsoft Windows dikembangkan dengan C, system call berbentuk fungsi bahasa C. Meskipun demikian dapat memanggil dalam bahasa apapun, kompilator atau interpreter menerjemahkan menjadi panggilan ke sistem operasi Windows.
Kumpulan system call (API) di keluarga Microsoft Windows (Window 95, Windows NT, Windows CE) disebut Windows 32 API. Bentuk fungsi, struktur, pesan, makro dan antarmuka konsisten dan seragam untuk keluarga Microsoft berbasis 32 bit.
Seluruh keluarga Microsoft Windows menggunakan Win32 API sehingga pengembangan program menggunakan Win32 API dijamin dapat dikompilasi dan dijalankan di seluruh keluarga Microsoft Windows.
Win32 API memungkinkan aplikasi mengeksploitasi kemapuhan keluarga Microsoft Windows.
Perbedaan dalam implementasi bergantung kemampuan sistem operasi, seperti halnya pengamanan hanya tersedia di Windows NT.
Kategori Win32 API
- Window Management
- Window Control
- Shell Features
- Graphics Device Interface
- System Services
- International Features
- Network Services
Pada tanggal 17 Februari 2000 secara resmi Microsoft Corporation mengeluarkan sistem operasi terbarunya dengan nama Microsoft Windows 2000 Profesional. Windows 2000 ini memiliki ke-andalan manajemen dan keamanan, lebih mudah digunakan, lebih cepat, serta lebih kompatibel dengan pelbagai perangkat lunak maupun keras, mudah dikelola serta lebih aman. Pada 14 September 2000, Windows-Me direlease yang memiliki kemudahan pada saat bekerja dengan file, bekerja dengan web, bekerja dengan komputer lain yang terhubung, serta pelbagai kemudahan-kemudahan lainnya.
Add comment September 26, 2008
Sistem Operasi MS-DOS
DOS (Disk Operating System) merupakan salah satu operating system yang biasa dipakai pada komputer IBM-PC ataupun kompatibelnya DOS mempunyai sejumlah versi yang diawali dengan DOS versi 1.00 dirilis pada 1981, terus meningkat menjadi versi 7.00 pada tahun 1996. Seiring dengan perubahan versi, kemampuan DOS juga semakin meningkat, dan berkembang kearah general purpose system, konsep jaringan komputer serta konsep user friendly. DOS versi 3.10 yang direlease tahun 1984, mulai menyediakan layanan untuk jaringan DOS versi 5.00 yang direlease tahun 1991, mendukung pemakaian sound baster card, dan pada masa itu merupakan awal penggunakan sound-card stereo pada sebuah PC.
Pada tahun 1975, komputer pribadi (PC) pertama Altair diproduksi MITS (Micro Instrumentation Telemetry System) of Albuquerque, New Mexico dengan prosesor 8080 8 bit dan memori 256 byte, tanpa keyboard, layar, tape atau disk, seharga $400. Komputer ditujukan untuk para hobbyist elektronika. Pada komputer ini, Bill Gates menulis interpreter BASIC. Sistem operasi yang ada adalah CP/M dari Digital Research.
Tahun 1979, Tim Paterson dari Seatle Computer Products membuat 86-DOS meniru CP/M untuk menguji produk-produk berbasi prosesor 8086.
Agustus 1981, Microsoft membeli 86-DOS dari Tim Paterson dan diperbaiki menjadi MS-DOS versi 1.0, dirilis sebagai MS-DOS atau PC-DOS versi 1.00. Sistem operasi ini dibuat dengan 4000 baris kode bahasa assembly.
Fitur-fitur MS-DOS versi 1.0:
* Memakai memori 12 KByte di prosesor Intel 8086 dengan memori 64 Kbyte.
* Hanya mendukung 1 direktori (flat directory) dan 64 file.
* Tidak mendukung harddisk.
* Hanya mendukung floppy disk 5¼ inchi 160 Kbyte, dengan 512 byte/sektor.
MS-DOS dipasarkan dengan dua nama, yaitu:
* PC-DOS merupakan rilis untuk IBM PC
* MS-DOS
Sistem PC-DOS berisi:
* ibmio.com, yaitu disk dan character I/O system.
* ibmdos.com, yaitu disk dan file manager.
* command.com, yaitu command processor, shell primitif.
Sistem operasi MS-DOS berisi:
* ibmio.com, yaitu disk dan character I/O system.
* io.sys, yaitu disk dan file manager.
* msdos.sys, yaitu command processor, shell primitif.
Sistem operasi kompatibel dengan CP/M, dengan peningkatan alokasi disk, lebih cepat dan mendukung shell script primitif disebut batch files.
Oktober 1982, di-rilis MS-DOS versi 1.1 mendukung disket 320 KByte.
MS-DOS versi 2.0
—————-
Tahun 1983, IBM mengembangkan PC XT, komputer pribadi (PC) berbasis harddisk dan kemudian dirilis MS-DOS versi 2.0 untuk PC-XT dengan fitur berikut:
* Mendukung harddisk.
* Mendukung direktori hirarki (hierarchical directory)
* Menyediakan perintah DOS lebih kaya dengan program eksternal sebagai utilitas.
* Ditambah kemampuan meniru UNIX seperti I/O redirection, pipeline, filter dan background printing (print spooler), pemakaian file descriptor.
* Mendukung disket 360 KByte, system configuration (config.sys), user-installable device driver, memory management dan customized shell.
Sistem operasi ini memakai memori 24 Kbyte, dibuat dengan 20.000 baris assembly.
MS-DOS versi 2.05
—————–
Mendukung time, date, currency, dan decimal symbols, 16-bit Japanese Kanji.
Tahun 1984, IBM membuat PC AT dengan prosesor Intel 80286 yang menyediakan pengalamatan extended (extended addressing) dan karakteristik proteksi memori (memory protection), user dan kernel mode, ring-based protection dan kemampuan menjalankan banyak program sekaligus.
PC AT menyediakan disket 1.2M, battery backup clock, informasi konfigurasi pada CMOS, harddisk lebih dari 10M, mendukung RAM disk.
MS-DOS versi 3.0
—————-
Kemampuan Intel 80286 tidak sepenuhnya digunakan oleh MS-DOS 3.0 agar kompatibel dengan rilis sebelumnya, menggunakan sebagai 8086 cepat (fast 8086).
Fitur:
* Mendukung keyboard dan peripheral harddisk baru (AT Bus).
* Shell bisa diganti oleh pemakai, misalnya dengan Norton Shell yaitu NDOS.COM.
Sistem operasi memakai memori 36KByte, dibuat dari 40.000 baris assembly.
MS-DOS versi 3.1
—————-
Mendukung jaringan PC-PC.
Memori yang dipakai tidak bertambah, diperoleh dengan menambahkan bagian sistem operasi yang dapat di-swap.
MS-DOS versi 3.2
—————-
Mendukung disket 3 1/2 inchi dan IBM Token Ring, tapi penuh bug.
Tahun 1987, IBM membuat keluarga komputer PS/2.
MS-DOS versi 3.3
—————-
Rilis inipun tidak sepenuhnya memakai kemampuan prosesor pada PS/2 yang menggunakan Intel 80286 atau Intel 80386.
Fitur:
* Mendukung komunikasi serial standar sampai 19.200 bps.
* Memori yang dipakai adalah 46 Kbyte.
——-
Windows
——-
Sejak 1980, Microsoft mengembangkan GUI (Graphical User Interface) pada Windows, untuk menjembatani pemakai DOS. Pengembangan bertujuan untuk berkompetisi dengan Macintosh yang telah lebih dulu menawarkan user friendly GUI.
Tahun 1990, versi GUI Microsoft (MS Windows 3.0) mendekati user-friendly Macintosh, kekurangannya adalah GUI ini harus berjalan diatas DOS.
Setelah keluar dari kerjasama dengan IBM dalam pengembangan sistem operasi generasi baru (OS/2) yang mengeksploitasi keampuhan mikroprosesor baru secara
maksimal, Microsoft mengembangkan MS Windows NT dengan user interface serupa MS Windows 3.1 tetapi didasarkan konsep yang sangat amat berbeda (filesystem NTFS pertama kali diperkenalkan).
MS Windows NT mengeksploitasi daya/kemampuan mikroprosesor saat ini dan menyediakan multitasking penuh pada lingkungan single-user.
MS-DOS versi 4.0
—————-
Mendukung harddisk lebih besar, dari 32 MByte sampai dengan 2 Gigabyte.
Meskipun program terbatas sampai 640 Kbyte, RAM 16 Mbyte dapat digunakan sebagai Ram-disk untuk meningkatkan kinerja sistem file.
Memberikan menu-driven shell tidak hanya keyboard-oriented shell.
MS-DOS versi 5.0
—————-
April 1991, dirilis MS-DOS versi 5.0 dengan fitur:
* Mendukung penggunaan extended memory.
* Program terbatas sampai 640 Kbyte, menggunakan extended memory untuk user-written device driver dan utilitas-utilitas.
Mempunyai shell baru dengan kemampuan banyak program di memori, untuk pindah dengan CTRL-ESC, fasilitas HELP, upgrade program utilitas lainnya misalnya edlin dengan screen editor.
Add comment September 26, 2008
Pengenalan Sistem Operasi
Sistem Operasi adalah kumpulan program yang bertindak sebagai perantara/penjalin/penghubung antara pemakai, perangkat lunak dengan perangkat keras komputer sehingga sistem komputer mudah dipakai, perangkat lunak komputer dapat digunakan secara efiesien. OS ini mengontrol penyimpanan data, input, output dari suatu perangkat ke perangkat lainnya.
Peran Sistem Operasi:
(adalah sebuah program)
- Mengatur fasilitas komputer, memberikan layanan untuk pemrogram, dan menjadwal eksekusi program lainnya.
- Menjembatani perangkat keras dari pemrogram.
- Memberikan interface yang bagus untuk menggunakan sistem
- Mengontrol eksekusi program-program aplikasi yang memerlukan fasilitas dan pelayanan hardware komputer.
Tujuan dan Fungsi Sistem Operasi:
- Nyaman : Suatu sistem operasi akan membuat sistem komputer lebih mudah untuk digunakan.
- Efisien : Sistem operasi memungkinkan fasilitas sistem komputer dapat digunakan dengan cara yang efisien.
Komponen-Komponen Sistem Komputer:
- Hardware : CPU, memory, perangkat I/O
- Sistem Operasi : mengontrol dan mengelola penggunaan sumber daya komputer.
- Program aplikasi: compiler, database system, business program, games, dll.
- User : manusia, mesin dan komputer.
Layanan yang Diberikan Sistem Operasi adalah:
- Pembuatan Program: Sistem operasi menyediakan berbagai fasilitas layanan bagi pemrogram untuk pembuatan program dalam bentuk utilitas (general utilities).
- Eksekusi Program: Sistem operasi melakukan penanganan pemuatan instruksi dan data ke memori utama, perangkat input/output (I/O) dan inisialisasi file, dan penyiapan fasilitas.
- Akses ke Perangkat I/O: Sistem operasi menangani set instruksi I/O atau sinyal kontrol untuk keperluan operasi.
- Akses Terkontrol ke File: Sistem operasi dapat menyediakan perlindungan untuk mengontrol akses ke fasilitas yang digunakan secara bersama.
- Akses Sistem:Sistem operasi mengontrol akses ke sistem sebagai keseluruhan dan ke sumber daya sistem tertentu.
Add comment September 26, 2008